Rabu, 04 Februari 2009

Rokok

Tembakau

Tembakau merupakan zat adiktif yang paling banyak digunakan manusia. Tembakau sangat terkait erat dengan penyakit-penyakit. Dalam tembakau terkadung nikotin. Nikotin menyebabkan kecanduan. Nikotin menyerang susunan syaraf pusat sehingga mempercepat denyut jantung dan menyebabkan pembengkakan dan pembekuan asam lemak dalam darah. Salah satu penggunaan tembakau adalah dengan cara merokok.

Dampak dari merokok itu bukan saja dirasakan bagi perokok tetapi juga berdampak bagi yang non perokok yang biasa disebut perokok pasif. Merokok dapat mengeluarkan asap dan abu. Diketahui, asap dari pembakaran tembakau itu mengandung sekitar 4.000 bahan kimia yang puluhan diantaranya adalah zat-zat karsinogen atau racun pemicu kanker bagi manusia. Asap dan patikel itu berada di udara, menempel di dinding, plafon, lantai, karpet, dan permukaan barang-barang rumah.

Toleransi dan kecanduan seumur hidup
Toleransi terhadap nikotin berarti, seseorang memerlukan jumlah nikotin yang semakin besar untuk mendapatkan pengaruh yang sama. Kecanduan rokok sangat sulit untuk dihilangkan dan semakin banyak rokok yang dihisap semakin besar seseorang menderita. Artinya, semakin muda seseorang mulai merokok, semakin sulit baginya untuk berhenti merokok.

Zat-zat lain
Tembakau, seperti halnya ganja, dianggap sebagai 'gerbang narkoba' karena orang-orang yang merokok mempunyai resiko yang lebih besar untuk mencoba zat adiktif lain yang lebih keras.

Perokok pasif
Perokok pasif adalah istilah yang digunakan untuk mereka yang tidak merokok tetapi ikut menghisap asap rokok atau menghabiskan waktu bersama perokok. Perokok pasif cenderung terpapar kadar racun yang lebih besar dari perokok itu sendiri. Perokok pasif beresiko mendapat kanker paru-paru, serangan asma dan penyakit-penyakit pernafasan lain. Seseorang bukan perokok yang tinggal bersama perokok memiliki kecenderungan lebih besar untuk terkena penyakit-penyakit pernafasan daripada mereka yang tinggal di kawasan yang bebas rokok.

Bagi bayi: Ibu hamil yang merokok dapat menyebabkan kurangnya fungsi paru-paru dan sempitnya jalan pernafasan pada bayinya.

Bagi anak-anak: Kemungkinan terjadinya bronkhitis, pneumonia dan pernyakit-penyakit pernafasan lainnya bagi anak-anak yang orangtuanya merokok adalah dua kali lebih besar daripada anak-anak yang orangtuanya tidak merokok.

Zat-Zat Racun yang terkandung dalam RokokDidalam daun tembakau, atau lebih jelasnya didalam asap rokok terdapat zat racun berbahaya sebagai berikut:
 Nikotin
 Karbon monooksida
 Asam biru
 Arsenic
 Ter
 Karbon dioksida
 Zat air belerang
 Berbagai amonial

Racun-Racun Tersebut Diatas Mempengaruhi Dan Menimbulkan Kelainan Pada:
 Paru-paru
 Seluruh pernafasan
 Susunan Saraf Simpatis
 Mempersempit pembuluh-pembuluh darah tertentu
 Mempersempit saluran empedu
 Mengurangi pembentukan cairan pencernaan
 Tenggorokan
 Tekanan darah

Penyakit Yang Disebabkan Oleh Rokok
1. Tekanan darah tinggi
2. Kelahiran prematur (belum cukup umur)
3. Penyakit buerger.
Akibat racun rokok pembuluh darah yang menuju kaki dan jari-jari kaki menyempit dan akhirnya tersumbat sama sekali.
Akibatnya jari-jari kaki mati (kelemayu = mati jarinya). Tidak ada pengobatan lain, selain mengamputasi (memotong) bahagian yang telah mati.
4. Kanker paru-paru.
Penyakit ini hampir selamanya terjadi pada perokok berat. (perokok bersambung puntung = chain smoker). Pada saat ini, menurut kanker paru-paru. Mereka yang bukan perokok berat, tetapi hanya merokok beberapa batang saja setiap hari juga menanggung risiko untuk mendapat penyakit ini. begi orang yang merokok 2 bungkus (40 batang) sehari, perimbangan jumlahnya sangat tinggi, sedang waktu terkenanya penyakit jauh lebih pendek. Penyelidikan telah membuktikan bahwa penyakit kanker disebabkan karena Tar.

Bagaimana Cara Menghentikan Merokok?
Untuk menghentikan kebiasaan merokok dengan mengurangi sedikit demi sedikit kurang bahkan tidak bermamfaat dalam upaya penghentian tersebut.
Jika memang anda benar-benar ingin berhenti merokok, lakukanlah itu sekaligus, dengan keyakinan penuh bahwa anda dapat berhenti merokok dan dengan kemauan yang membaja.

Gangguan psikologis hanya akan anda alami selama dua hari, paling lama lima hari, sedang gangguan fisik sama sekali tidak ada karena penghentian merokok tersebut.
Kiat-kiat untuk tetap bebas dari rokok:
• Bertekad bebas dari rokok.
• Sering mengingatkan diri sendiri mengenai tekad pribadi kamu untuk bebas dari rokok.
• Ikut berolahraga.
• Beritahukan pada orang lain pendapat anda mengenai rokok.
Bagaimana mengatakan TIDAK pada tawaran rokok:
• "Saya tidak membutuhkannya".
• "Tidak, terima kasih".
• "Saya tidak ingin berbau asap".
• "Saya ingin tetap bugar".
• "Saya memilih untuk tidak merokok?.

SEGI-SEGI LAIN DARI BAHAYA MEROKOK

Tembakau
Di bawah ini kami sajikan laporan yang disusun oleh komite Permusyawaratan Para Konsumen MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa), yang telah melakukan penyelidikan-penyelidikan secara mendalam dinegara-negara anggota MEE.

Dalam terbitan terakhirnya, Komite tersebut memberikan laporannya sebagai berikut:
 Merokok ungguli kecelakaan jalan sebagai penyebab kematian.
 Merokok mengakibatkan kematian empat kali lebih besar di MEE (negara-negara anggota Masyarakat Ekonomi Eropa) dari pada kecelakaan lalu lintas.
 Di Perancis 35.000 orang perokok meninggal lebih awal setiap tahun. Separo dari mereka meninggal karena penyakit kanker paru-paru. yang separo lagi karena radang paru-paru yang menahun (bronchitis kronis), serangan jantung, dan kelainan peredaran darah
 Di Jerman Barat pajak tembakau setiap tahun mencapai jumlah sebesar 3.600.000.000 (tiga milyard enam ratus juta) dollar, tetapi biaya kesehatan akibat pemakaian tembakau berjumlah 8.000.000.000 (delapan milyard) dollar Amerika.

Komite tersebut mendesak Dewan Mentri MEE agar melarang semua bentuk iklan pemakaina tembakau, dan meminta agar pada setiap bungkus rokok/tembakau dicantumkan kadar asam karbon dan nikotin rokok/tembakau tersebut. Komite penerangan lebih banyak dan lebih mendalam mengenai beberapa perawatan guna membantu mereka menghentikan kebiasaan merokok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar